KISARAN | SUMUT24
Gas elpiji ukuran 3 Kg di Kabupaten Asahan menghilang atau langka di
pasaran dalam dua pekan terakhir ini. Gas hasil konversi dari minyak
tanah tersebut kini sudah tidak didapati di agen-agen penyalur yang
tersebar di Asahan.
Akibatnya membuat masyarakat menjadi resah.
Ditemui wartawan, Sabtu (3/2, Hadi, salah seorang pengecer gas elpiji 3
Kg di daerah Pasar Lama Asahan mengungkapkan, dirinya sudah 2 minggu
tidak mendapat pasokan gas elpiji dari pihak agen. Menurut Hadi,
biasanya dalam satu minggu bisa dua atau tiga kali mendapatkan pasokan
gas ke tempatnya.
?Sudah dua Minggu ini tidak ada masuk bang, abang bisa lihat sendiri
tabung-tabung kosong yang saya pampang di warung saya ini,? ujarnya.
Ditanya langkah apa yang dilakukannya memenuhi kebutuhan masyarakat
sekitar, Hadi menyebutkan dengan mencari stok Elpiji 3 Kg ditempat yang
lain. Tentu saja dengan terpaksa menaikkan harga dari harga yang
standard, ucapnya.
?Mau tidak mau saya menaikkan harga bang dari biasanya Rp 16 ribu menjadi Rp 17 Ribu,? ujarnya.
Senada diucapkan Budi salah seorang pedagang nasi goreng di Jalan
Paramsya Kisara ini. Ia menyebutkan dengan kelangkaan gas elpiji 3 Kg
ini dirinya merasa sangat dirugikan.
Sebab menurut Budi, biasanya menghabiskan 1 tabung dalam waktu 2 hingga tiga hari ini, membuat dirinya kewalahan.
?Ya memang sulit didapat, seandainya pun ada harganya menjadi Rp 17 ribu
bahkan ada yang menjual Rp 20 Ribu, karena kita membutuhkan ya mau
tidak mau harus dibeli,? ujarnya.
Budi juga menambahkan, berat dari tabung gas 3 Kg tersebut mengalami
pengurangan. ?Kalau kita timbang berat bersihnya sudah tidak 8 Kg lagi,
sebab tabung kosong beratnya 3 Kg, sedangkan isinya 5 Kg," pungkasnya.
Tetapi, ungkap dia, saat ini isi gas hanya 7,3 Kg pertabungnya. "Jadi
saya menduga hilangnya gas elpiji 3 Kg ini merupakan spekulasi
pengusaha, sebab sudah ada isu bahwa pemerintah akan menaikkan harga gas
elpiji, sehingga pengusaha menimbun gas tersebut,? tambahnya.
Sementara, untuk mengetahui penyebab hilangnya gas elpiji 3 Kg ini,
SUMUT24 bersama dua orang aktivis mahasiswa Asahan Halim Saragih dan
Syarifuddin Harahap menyambangi SPPBE PT. SMMS di Desa Air Teluk Hessa.
Di lapangan ditemukan kendaraan pembawa gas hilir mudik keluar masuk ke
dalam agen resmi penyaluran gas elpiji untuk wilayah Kabupaten Asahan
milik warga keturunan Andy Cokro.
Ketika SUMUT24 akan konfirmasi kepada Andy Cokro, Security PT. SMMS
Sulaiman menyebutkan atasannya tersebut sedang menerima tamu dari
Pertamina. ?Pak Andy sedang rapat dengan pihak pertamina, besok aja
orang abang datang lagi ya,? imbuhnya.
Sementara itu, terlihat mobil pembawa tabung gas hilir mudik di inti
kota Kisaran seakan-akan menunjukkan bahwa pihak SPPBE menyalurkan gas
ke agen-agen, namun beberapa agen yang disambangi selalu menjawab bahwa
tidak ada satupun truck tersebut memasuk gas ke tempat mereka. (Dirman)
sumber : http://www.sumut24.com/view.php?newsid=4552
Tidak ada komentar:
Posting Komentar