Digerebek Berduaan di Kamar Mandi
KOPI, KISARAN - Rumah dinas Wakil Bupati
Batubara Gongmatua Siregar tampak sunyi paska kabar perselingkuhannya
dengan janda. Kabar perselingkuhan Wakil Bupati Batubara Gongmatua
Siregar dengan oknum guru berinisal YL mendapat titik terang. Pasalnya,
ketika digerebek sekitar 2 minggu lalu, Gongmatua sedang berduan dengan
YL di kamar mandi rumah janda itu di Jalan Angrek, Kelurahan Kisaran
Naga, Kecamatan Kisaran Timur.
Penelusuran METRO, Senin (9/7) di Jalan Anggrek kabar penggerebekan
Gongmatua dengan janda itu masih menjadi perbicangan hangat di daerah
itu. Apalagi ternyata, kediaman janda berinisial YL alias A itu, hanya
terpaut 300 meter dari rumah pribadi Gongmatua. Hanya saja, nyaris tidak
ada seorangpun warga yang bersedia berbagi cerita mengenai perbuatan
amoral orang nomor dua di Pemkab Batubara itu.
“Nggak ada masalah kok di sini, aman-aman saja. Gimana? Soal
penggerebekan? He he he, oh, yang itu rupanya,” tukas seorang pria paruh
baya sambil tersenyum, saat ditemui awak koran ini, di Jalan
Latsitarda. Sambil menyulut api ke rokok kreteknya, pria beruban ini
lantas memulai cerita. Katanya, Selasa (3/7) siang itu, sejumlah warga
tampak berkerumun di depan rumah janda itu. Penasaran, sumber ini lantas
bertanya kepada warga, apa gerangan yang sedang terjadi.
“Pas aku tanya warga, katanya ada ketangkap basah. Eh, pas kami
lihat, rupanya Pak Gong. Malu lah,” tukasnya kembali dengan senyuman.
Dari cerita-cerita warga yang ikut berkerumun itu pula, sebut sumber
ini, dia mengetahui, bahwa terbongkarnya perbuatan amoral sang wabup
berawal dari kecurigaan salah seorang kerabat sang janda. Pasalnya,
siang itu, Gong pamit numpang buang hajat di rumah itu, dengan alasan
air di rumahnya tidak mengalir.
“Jadi dia permisi buang air, sama keluarga ibu itu. Karena polosnya,
ketepatan tetangga, dikasilah pulak,” ujarnya. Anehnya, lebih dari 5
menit, Gong tak juga keluar dari dalam rumah. Kontan saja, kerabat
wanita itu pun menaruh curiga. Apalagi saat dipanggil, tak ada sahutan.
Ironisnya, janda yang diketahui berada di dalam rumah pun, tidak
menyahut ketika dipanggil.
Alhasil kecurigaan semakin memuncak, Gong pun dicari ke kamar mandi.
Dan diluar dugaan, Gong didapati bersama janda itu berada di dalam bilik
kamar mandi. “Yang pasti sempat berang lah keluarganya itu Dek. Wajar,
itu manusiawi kalau ada keluarga ibu itu yang naik pitam. Sempat Pak
Siregar dicekik, sampe ibu itu teriak panik. Nah, warga yang dengar
teriakan langsung ngumpul lah. Sempat rame juga sih. Cuma nggak etis,
kalau saya sebutkan, omongan apa saja yang sempat terlontar, dan saya
dengar. Yang pasti, keluarga ibu itu baik, kalau tidak, bisa saja Pak
Gong dihajar,” katanya.
Sumber lainnya, masih di kawasan Jalan Kamboja menceritakan, sebelum
kejadian itu, si janda bersama sejumlah warga lain tengah berada di
kediaman Gong Matua. Ketepatan, siang itu, Gong dan keluarganya
melangsungkan acara pembubaran panitia pesta pernikahan salah seorang
putrinya. “Siang itu, kebanyakan mamak-mamak curiga dengan sikap A, yang
sama-sama sedang ada di halaman rumah bapak Siregar (Gong, red).
Karena, asyik bunyi aja Hp nya, sms terus. Ngak lama dia pulang,
alasannya mau ngambil gaji pensiun mendiang suaminya. Sempat
ditahan-tahan sama kawan-kawan, Cuma dia pulang juga. Nah, setelah
itulah terdengar kabar itu,” sebut sumber ini. Masih menurut sumber ini,
meski peristiwa memalukan itu terjadi, di sela-sela hajatan tersebut,
acara pembubaran panitia pesta di kediaman Gong tetap berjalan seperti
biasa. Hanya saja, A memang tidak lagi terlihat hadir di tempat.
Sedangkan Gong, menurut sumber ini, terlihat biasa-biasa saja dengan
keluarganya.
Memalukan
Terbongkarnya kasus perselingkuhan itu, sontak menciptakan reaksi
beragam. Meski ada yang memilih tidak berkomentar dengan alasan politis,
kalangan tokoh masyarakat menilai, perbuatan Gongmatua telah menciderai
nilai-nilai ketimuran, dan sangat memalukan. “Kalau benar begitu
ceritanya, berarti Gong itu murahan. Nggak bermoral,” kata H Adam, tokoh
masyarakat Batubara, saat diwawancarai via ponsel dari Kisaran,
kemarin. “Harusnya pejabat itu memberi contoh baik, teladan.Bukan malah
maksiat,” tandasnya lagi.
Hal senada juga disampaikan Halim Saragih. Pentolan Ikatan Pelajar
Nahdatul Ulama (IPNU) ini menilai, hal tersebut sudah semakin
memperburuk citra pemimpin Kabupaten Batubara di mata masyarakatnya.
“Jika memang benar seperti informasi yang kita dapat, ini jelas-jelas
memperlihatkan, betapa pemimpin di Batubara sama sekali tak lagi
memikirkan masyarakatnya. Sudahlah bupatinya diduga korupsi, ini giliran
wakilnya lagi yang ketahuan entot (berzinah) dengan janda. Memalukan,”
kata Halim.
Adapun Rizal, salah seorang orang dekat Gong yang ditemui di Batubara
mengaku tidak mempercayai kabar itu. “Ahh, itu semua strategi politik.
Politik busuk adalah lumrah jika kita menjadi pejabat strategis banyak
tantangan. Intinya, angin atau ombak harus dihadapi, soal benar tidaknya
informasi itu, hanya Allah SWT yang tahu. Yang pasti, pemberitaan di
media, akan jadi bahan introspeksi diri bahwa masih banyak musuh di luar
sana,” tegasnya.
Ketua Komisi B DPRD Batubara Sabaruddin,LC, saat dimintai pendapatnya
dengan enteng mengatakan, jika hanya dekat dengan janda itu hal yang
lumrah. Sebab, kata pria yang juga dikenal sebagai Ustadz ini, di dalam
ajaran Islam, seorang pria dibolehkan memiliki istri lebih dari satu.
“Biasa itu kalau cuma sekedar dekat dengan janda,” katanya, saat
diwawancarai di ruang kerjanya.
Sedangkan anggota DPRD lainnya, tak seorang pun yang bersedia
berbicara mengenai masalah ini. Mereka beralasan, persoalan semacam ini
sangat tinggin sekali nilai politisnya. Pengamat Tot Nusantara (PTN)
wajar laki-laki suka sama wanita, memalukan seorang wakilbupati ketahuan
berduan dalam kamar mandi dengan oknum janda.kemana moral sang wabup
itu,nuansa politis kental kali ketus ajisutisyoso.
Gong tak masuk kantor Sementara itu, hingga berita ini diturunkan,
keberadaan Gongmatua Siregar belum diketahui. METRO yang berusaha
menyambangi kediaman pribadinya di Jalan Angrek, mendapati rumah gedung
megah itu tertutup rapat. Tak ada terlihat tanda-tanda adanya aktivitas
di dalam rumah.
Sama halnya, saat METRO menyambangi kediaman dinasnya di komplek
perumahan Inalum, Tanjung Gading, Kabupaten Batubara. Rumah tersebut
tertutup dan sunyi. Tak ada jawaban dari dalam, saat METRO mengucapkan
salam, untuk menemui sang empunya rumah. Pun nomor ponsel Gongmatua, tak
satupun dapat dihubungi. Sedangkan di komplek Sekretariat Daerah
Batubara, diperoleh informasi, bahwa Gong sudah lama sekali tidak pernah
terlihat ngantor. Sumber MetroSC (didi)
sumber : http://pewarta-indonesia.com/berita/hukum/9878-wabup-batubara-tertangkap-selingkuhi-janda.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar